Hoho adalah suatu bentuk music vokal (senandung atau nyanyian) yang dinyanyikan secara berkelompok oleh kaum pria secara responsorial atau bersahut-sahutan, dalam bahasa Nias sifagema-gema. Berdasarkan bentuk dan penyajiannya Hoho terbagi ke dalam 5 jenis yaitu :
1. Hoho Faluaya : yang dipertunjukkan pada saat upacara sebelum dan sesudah perang sambil menari yang tujuannya memberi motivasi dan semangat kepada para prajurit.
2. Hoho Fetataro : dipertunjukkan tanpa menggunakan tarian, penyanyi melakukannya diatas daro-daro (kursi tradisional Nias), biasa digunakan dalam upacara kematian seorang bangsawan dalam bahasa Nias bagian Selatan disebut Si’ulu. atau pesta kampung.
3. Hoho Famadaya Hasi : dipertunjukkan pada upacara kematian seorang bangsawan (Si’ulu) sambil mengusung peti jenazah bangsawan tersebut.
4. Hoho Famadaya Daro-daro : dinyanyikan pada saat pengukuhan seorang bangsawan (Si’ulu)
5. Hoho Famadaya Harimao : dinyanyikan pada saat upacara sidang para tokoh adat untuk menetapkan peraturan atau hukum adat yang berlaku di kelompok masyarakat.
Contoh Syair / Transkripsi senandung Hoho :
A : Haimah? tab?r?ta tab?r?taig? ….
B : Haya…ae…a…a…e….
Ae…aeh?…ae….
A : Yaia e andre da ta faman?-man? andre da ta
B : Ho balau ga’a ae andre da ta faman?-man? ae… ho nakhi…
A : Lau andre da ta faman?-man? ae…ho nakhi…
B : Ae… yamo inagu ae… ho ina…ae wa…
A : Ho…o.. lau ka’agu ka’a ha…a….ae…
B : Bafamaedo mbowo ji…. Bafamaedo
A : Ae bafamaedo mbowo ndri nalatah?
B : balaue… ae….