Tradisi Nyadran Agung Pasarean Makam Sewu ini sudah ada sejak Panembahan Bodo yang merupakan murid dari Sunan Kalijaga. Tradisi budaya ini merupakan kegiatan yang sudah sejak lama di wilayah Pandak dan sebagian wilayah Pajangan. Kirab dimulai dari Desa Wijirejo, Kapanewon Pandak menuju Makam Sewu yang berada di Dusun Pedak.
Nyadran Agung Pasarean Makam Sewu ini merupakan hasil dari kepercayaan masyarakat untuk mengirim doa sekaligus bentuk penghormatan kepada leluhur. Tradisi bisanya dilakukan dengan cara membersihkan makam, sedekahan dan membacakan doa-doa. Kegiatan menjadi rutin tahunan yang digelar setiap hari Senin pertama mulai tanggal 20 bulan Syaban atau Ruwah tepatnya 10 hari menjelang Ramadan.
Acara tradisi Nyadran Agung Pasarean Makam Sewu biasanya digelar sangat meriah. Iring-iringan kirab budaya yang terdiri dari bregada yang ada Kalurahan Wijrejo dan aneka jodang yang berisi aneka hasil bumi. Sajian nasi gurih lengkap dengan lauk suwiran ayam kampung dibagikan kepada warga.