Ketupat lepas adalah ritual yang berhubungan dengan nazar si empunya hajat. Melalui upacara yang disaksikan oleh Kembang Topeng, menandakan bahwa si empunya hajat telah melunasi nazarnya. Upacara dilakukan dengan ketupat yang diletakkan di atas beras kuning, dan bercampur dengan uang logam. Pada saat bersamaan Kembang Topeng dan orang yang dinazari memegang ketupat itu, dan dari dalam ada orang yang membacakan doa. Setelah doa selesai dibacakan, ketupat dihentakkan dan uang diperebutkan oleh anak-anak yang telah siap di depannya. Panjang tidaknya doa dalam upacara ketupat lepas tergantung dari kemahiran ketua upacaranya. Doa yang diucapkan dalam upacara ketupat lepas tidak mempunyai rumusan yang baku. Setelah upacara ketupat lepas, Kembang Topeng mendapat uang sepantasnya dari empunya hajat.
Upacara ketupat lepas dilakukan setelah neptu, yaitu apabila teater topeng Betawi dipertunjukkan sehubungan dengan nazar. Ucapan Nazar bisa dilakukan ketika keluarga mendapat musibah, misalnya anak yang dilahirkan meninggal berturut-turut, atau ada anaknya yang sering sakit. Untuk mengatasi musibah ini, si empunya hajat berujar (nazar), bila anak yang dilahirkan tidak meninggal (lagi), atau bila anak tidak sakit lagi, maka kelak kalau ia menikah atau kalau ia dikhitan akan dipanggil topeng. Upacara ketupat lepas yang dilakukan bagi anak yang dinazari, berfungsi sebagai tanda bahwa nazar telah dibayar dengan disaksikan oleh Kembang Topeng dan penonton.
Seiring perkembangan zaman, topeng Betawi telah terjadi “penyesuaian” yang dapat dilihat dari perubahan topeng. Esensi topeng yang sakral dan magis tidak lagi menjadi dasar tujuan atau motivasi bagi yang punya hajat. Topeng tidak lagi berfungsi sebagai penolak bala atau nazar bagi anak yang sering sakit-sakitan, karena telah banyak Puskesmas yang mudah dijangkau. Begitu pula dengan kegiatan upacara ketupat lepas yang merupakan bagian dari kegiatan pementasan topeng. Ketupat lepas kini dilaksanakan pada berbagai acara formal, sebagai bagian sermonial untuk acara pembukaan yang menandakan pelaksanaaan sebuah kegiatan.