Hong Ulun Basuki Langgeng
Mecak Tengger adalah adalah bertemunya dua tanggal pada pertanggalan Tengger, sehingga pada tanggal dan bulan tertentu terdapat tanggal yang digabungkan karena menganut perhitungan Surya Candra Permana (matahari, bulan, dan planet). Hal ini dikarenakan perbedaan penghitungan penanggalan bulan dan matahari.
Mecak Tengger terbagi menjadi dua, yaitu:
1. Nguna Latri
Yaitu mecak berdasarkan hari yang terjadi setiap 9 wuku, satu wuku lamanya 7 hari maka setiap 63 hari akan ada mecak
2. Nguna Sasi
Yaitu mecak berdasarkan bulan yang terjadi setiap 30 kali mecak atau 5 tahun sekali dan dikenal dengan upacara Unan-unan. Pada tahun 2024 mecak jatuh pada tanggal 23 April 2024 berdasarkan perhitungan Penanggalan Tengger.
Menjelang upacara Unan-Unan tepat 6 bulan sebelumnya terdapat Tahun Pahing dimana masyarakat tidak diperkenankan melaksanakan upacara yang sifatnya besar untuk individu maupun keluarga. Apabila terdapat situasi mendesak tetap ada jalan keluar apabila dalam lingkup kecil, misalnya terburu-buru menikah karena sesuatu dan lain hal maka harus diadakan pembersihan desa dan pembersihan alam semesta.
Mecak ini pada masyarakat Tengger merupakan tumpuan dalam menentukan hari dan tanggal yang tepat dalam menentukan upacara-upacara besar. Dalam proses penghitungan kalender Suku Tengger dikenal dengan istilah mecak. Mecak biasanya digunakan untuk menghitung atau mencari tanggal yang tepat dalam melaksanakan upacara-upacara besar seperti Yadnya Karo, Yadnya Kasada, maupun upacara Unan-unan. Setiap Dukun Pandita, Sanggar, Sepuh, dan Legen telah mempunyai persiapan atau catatan tanggal hasil mecak untuk tiap-tiap upacara yang akan dilaksanakan sampai lima tahun ke depan. Untuk memiliki pengetahuan ini maka para sesepuh adat dan masyarakat luas harus belajar Mbondan. Mbondan adalah pengetahuan yang mengajarkan sistem kalender/tarikh tradisional Tengger, terutama dalam menentukan hari baik dan buruk dalam rangka memulai suatu pekerjaan. Ini adalah salah satu tugas yang harus di perhitungkan dengan tepat oleh seorang Dukun Pandita agar tidak terjadi kesalahan dalam penerapan hari-hari besar maupun hari-hari baik.
Langgeng Basuki
https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailTetap=375
Rangkaian pelaksanaan Melasti di lautan pasir Bromo menuju Gunung Widodaren
Ritual Rakatawang
Adalah ritual menurunkan arwah leluhur untuk meminta doa restu dalam memulai hajatan dan mensucikan jalan yang akan dilaluinya.
Ritual Mbeduduk
Adalah ritual mensucikan binatang yang akan digunakan dalam ritual Unan-Unan yang diadakan setiap lima tahun sekali berdasarkan perhitungan Mecak Tengger
Kurepan Maeso
Adalah sebuah perlengkapan sesaji dalam ritual Unan-Unan berupa kepala kerbau dengan kelengkapannya dalam posisi kerbau duduk. Kerbau melambangkan sebuah kekuatan dan ketenangan.
Karak’an dalam Ritual Unan-Unan
Karak’an yang diikuti para Sesepuh Desa dan Sesepuh Adat bersama seluruh masyarakat dari Balai Desa Tosari menuju Punden/Dhanyang/Sanggar Pamujan.