Lintang: -8.0756517
Bujur: 111.9022417
Sejarah
Keberadaan Arca Dwarapala ini sejak pemerintahan Kadipaten Ngrowo di Kalangbret pindah ke Tulungagung tahun 1824. Angka tahun 1824 masehi didasarkan pada Candrasengkala Memet yang terdapat pada sepasang Arca Dwarapala yang berada di empat penjuru batas kota Tulungagung. Candra Sengkala tersebut berbunyi Dwi Rasekso Sinabdo Ratu yang menunjuk angka tahun jawa 1752 Saka. Jika di konversi dengan tahun masehi menunjukkan angka tahu 1824 M
Angka tahun 1824 Masehi juga ditafsirkan sebagai tanda dimulainya pembangunan pusat kota baru yang terletak di sebelah timur kali Ngrowo
Deskripsi
Arca Dwarapala Barat :
Kondisi Arca masih utuh, kepala memakai mahkota, rambut keriting panjang sepinggang, telinga mekai anting., mulut tertawa sehingga tampak gigi dan taringnya Posisi duduk di atas Asana dengan kaki kanan jongkok, kaki kiri di lipat ke depan dengan telapak kakinya menyentuh mata kaki bagian kaki kanan, kedua kaki memakai begel. Kedua tangan diatas lutut kanan memegang gada yang menempel ke bahu kiri mata melotot, hidung besar, Memakai upawita ular dan perut buncit.
Arca dwarapala Tamanan barat terletak di wilayah Administratif Kelurahan Tamanan tepatnya perbatasan Kelurahan Tamanan dengan Desa Beji Kecamatan Boyolangu atau pintu masuk kota Tulungagung dari arah selatan. Lokasi arca dwarapala Tamanan barat cukup mudah dicapai, dari Pendopo Kabupaten Tulungagung berjarak kurang lebih 1,1 Km kearah selatan dengan melalui jalan raya Tulungagung Popoh. Selanjutnya arca dwarapala dapat dilihat berada di sebelah kanan jalan raya menghadap ke selatan. Lingkungan di sekitar arca dwarapala berupa jalan raya / trotoar dan rumah penduduk.
Arca dwarapala Tamanan barat berada pada dataran rendah terbuat dari batu andesit dan disangga oleh umpak terbuat dari batu bata merah berdiamer 100 Cm dengan tinggi 175 Cm dari tanah dengan status kepemilikan tanah milik jalan raya Propinsi Jawa Timur.