Lintang: -8.0745733
Bujur: 112.3397317
Gapura Plumbangan terbuat dari batu andesit yang berbentuk pintu gerbang paduraksa, yaitu atap atau kemuncaknya berbentuk kubus, yang menghadap ke barat. Gapura ini memiliki sayap pada kanan kirinya. Pada bagian pintu gerbang tidak terpahatkan relief hanya berupa pelipit-pelipit garis saja. Pada bagian ambang pintunya terdapat pahatan angka tahun 1312 Saka (1390 Masehi).
Mengenai sejarahnya para ahli mengatakan Gapura Plumbangan telah menjadi tempat suci sejak jaman Kediri. Hal ini dibuktikan dengan adanya prasasti berangka tahun 1042 Saka (1120 Masehi) yaitu prasasti Panumbangan. Isi prasasti tersebut bahwa Desa Panumbangan menjadi milik umat Budha. Dari nama Panumbangan itulah nama Desa Plumbangan sekarang ini berasal.
Penelitian pertama dilakukan oleh Hoepermans yang kemudian diterbitkan dalam Hindoe-oudheden van Java (1864- 1867) in ROD 1913. Gapura pernah dipugar oleh Belanda pada tahun 1935.
Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur pada tahun 1995 telah melakukan kegiatan inventarisasi dan registrasi pada Gapura Plumbangan dengan nomer inventaris 185/BLT/1995. Tahun 1999 Rahadhian PH mengadakan penelitian tentang kajian tipo morfologi arsitektur candi di Jawa pada Gapura Plumbangan. Dari hasil penelitiannya terungkap bahwa Gapura Plumbangan merupakan gapura paduraksa dengan kepala terdiri dari tiga tingkatan yang berbentuk seperti piramida dengan mahkotanya berbentuk kubus/balok serta di kanan kirinya terdapat hiasan berupa sayap (Herwindo, 1999: 130)