Lintang: -7.9678217
Bujur: 112.2391717
Diperkirakan Candi Gambar Wetan merupakan bangunan pemujaan, karena pada masa Majapahit terdapat tiga agama resmi yang dianut oleh masyarakat Majapahit yaitu Hindu, Budha dan agama Resi (Kusumajaya, 2007: 47). Menurut kitab NagarakKertagama tempat suci pada masa Majapahit dibagi menjadi 3 kelompok yaitu dharma haji, dharma lepas dan sekelompok bangunan suci yang belum jelas statusnya. Yang dimaksud dengan dharma haji adalah segala jenis bangunan suci yang diperuntukkan raja beserta keluarganya dan dipelihara oleh seorang sthapaka dan wiku haji, sedangkan secara keseluruhan bangunan dharma haji diawasi oleh seorang dharmadyaksa dengan jumlah keseluruhan 27 buah. Dharma lepas adalah bangunan suci yang didirikan di atas tanah yang telah dihibahkan oleh raja kepada para rsi saiva sogata untuk keperluan memuja dewa-dewa serta menunjang keperluan hidup mereka. Secara keseluruhan diawasi oleh 3 pejabat tinggi keagamaan di istana, yakni dharmadyaksa ring kasaiwan, dharmadyaksa ring kasogatan dan mantri her haji (Santiko, 1986: 149-150). Candi Gambarwetan merupakan bangunan masa Majapahit, hal ini dapat dilihat dari susunan bangunan menurut Hariani Santiko candi gaya Majapahit memiliki ciri utama tidak mempunyai ketiga bagian candi secara lengkap (kaki-tubuh-atap).
Candi Gambar Wetan berada di lereng Gunung Kelud sebelah barat tepatnya berada di pinggir aliran Kali Lahar Bladak. Candi ini mempunyai susunan pola halaman yang terbagi menjadi tiga berjajar ke belakang. Dimana candi induk terletak di halaman paling belakang, berada di tempat yang lebih tinggi, sehingga untuk menuju candi kita harus melalui tangga yang tersusun dari batu andesit. Pada teras pertama terdapat anak tangga menjulang tinggi yang diapit oleh dua Dwarapala. Masyarakat sekitar menyebut itu sebagai Arca Mbah Bodo
tangga menuju teras ke 3 dengan diapit dua arca dwarapala. Pada teras ke tiga di jumpai struktur talut dan tangga. Kali ini tangganya berada lebih ke tengah, tidak berlurusan dengan tangga naik atau pun dengan lokasi candi. Tangga tersebut justru lebih dekat pada tatanan fragmen arca di kiri bangunan candi.