Lintang: -7.5762638
Bujur: 110.1837948
Terletak sekitar 4 km sebelah barat laut Candi Borobudur, dalam JICA Final Report 1979 tercatat fragmen bata, tiga lapik arca, dan menurut laporan warga terdapat dua buah arca yang sekarang belum diketahui kembali keberadaannya (JICA Study Team, 1979: 71). Sementara itu pada tahun 2000, survei Balai Konservasi Borobudur mencatat keberadaan pecahan bata kuno yang berserakan, dua buah yoni dalam posisi terbalik, dan dua buah umpak yang telah menjadi fondasi rumah (Kasiyati, dkk, 2000: 28-9). Kedua yoni berbentuk persegi, dengan ukuran yoni pertama adalah 97 cm dan ukuran yoni kedua adalah 15 cm. Ketika pemilik bidang tanah, Bpk Wahani, menggali tanah, ditemukan struktur bata yang kemudian dilanjutkan dengan survei dan ekskavasi yang dilakukan oleh tim Balai Arkeologi Yogyakarta pada tahun 2002, yang dipimpin oleh Baskoro Daru Tjahjono, sebagai bagian dari penelitian berjudul Latar Belakang Pendirian Candi Bata di Jawa Tengah Tahap III. Sayangnya tidak banyak informasi yang disebutkan dalam laporan penelitian tersebut.
Sejarah lisan yang dituturkan oleh keluarga Bpk. Wahani menunjukkan kedekatan personal warga sekitar dengan tinggalan purbakala di Lokasi Candi Samberan. Umpak yang tadinya berada diatas struktur bata dahulu sering digunakan untuk menumbuk singkong untuk membuat gethuk karena bentuknya yang seperti lumpang. Sebuah arca dahulu juga berada di sungai yang berada di dekat dengan situs, yang sering menjadi teman bermain para anak-anak pada saat itu. Dituturkan juga bahwa terdapat dua buah umpak yang dipindahkan ke masjid untuk digunakan sebagai tadah jatuhnya air talang. Umpak kemungkinan masih berada di masjid tapi sudah terpendam fondasi baru. Ketika dan beberapa saat setelah ekskavasi dilakukan oleh tim Balai Konservasi Borobudur, temuan struktur ini sempat menjadi obyek wisata karena menjadi tontonan warga sekitar yang penasaran ini melihat temuan candinya. Keluarga Bpk. Wahani menuturkan bahwa pada saat itu mendapatkan pemasukan tambahan dengan berjualan kepada warga yang datang berkunjung. Menurut penuturan mereka juga, tim Balai Arkeologi Yogyakarta kemudian menitipkan struktur dan umpak yang berada di atas struktur untuk dirawat dan nantinya akan mendapatkan gaji setiap bulannya dari pemerintah. Walaupun cerita ini perlu dikonfirmasi kembali, dapat dipastikan bahwa tidak ada juru pelihara yang telah diangkat dan ditempatkan di Lokasi Candi Samberan, baik itu berasal dari keluarga Bpk. Wahani ataupun dari warga lain. Namun, setelah mendapat pesan untuk merawat situs, umpak dipindahkan oleh Bpk. Wahani kedekat rumahnya agar tidak hilang Pada saat ini kemungkinan struktur bata luasannya berada di tanah milik Bpk Wahani, Bpk. Wakidi, dan Bpk. Rabun. Kedepan, keluarga Bpk. Wahani menyampaikan keinginan untuk ekskavasi agar diteruskan kembali dan struktur yang tampak dapat dimanfaatkan sebagai obyek wisata sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi kepada mereka yang tinggal di sekitar situs.
Tahun 2019 Balai Konservasi Borobudur melakukan ekskavasi di situs tersebut dengan membuka 13 kotak ekskavasi dengan rincian sebagai berikut yaitu 8 kotak galian dijumpai temuan struktur bata, 2 kotak galian dijumpai fragmen bata / runtuhan dan 2 kotak galian tidak dijumpai temuan. Dari temuan permukaan sudah tampak bahwa struktur bata berlapis masih relatif utuh sehingga tujuan ekskavasi mencari batas dari struktur untuk mengetahui luasan struktur bata. Bagian sudut yang sudah terlihat adalah pada sisi timur laut. Adapun interpretasi struktur berbentuk persegi dengan arah hadap timur. Setelah dilakukan penggalian dijumpai bagian sudut tenggara dan barat laut. Adapun pada sisi barat daya tidak terlalu jelas dijumpai bagian sudutnya karena hanya berupa fragmen bata dan runtuhan yang bercampur dengan batu kerakal.
Salah satu temuan hasil ekskavasi di salah satu kotak ditemukan lapisan struktur bata sebanyak 6 lapis. Kondisi struktur relatif utuh dan dapat diketahui bagian sudutnya. Pada bagian dalam struktur terlihat bahwa susunan bata juga disertai dengan kerakal. Bagian sudut tenggara ini hingga kedalaman pada spit 8.