Lintang: .0000000
Bujur: .0000000
Sumber : Balai Konservasi Borobudur
Tahun 2-18
Situs Plandi terletak kurang lebih 6 Km di sebelah Utara Candi Borobudur. Pada laporan ROD tahun 1914, tercatat sebuah batu yoni yang amat besar (Rapporten, 1914: 2). Sementara itu survei JICA pada tahun 1978-1979 mencatat sebuah yoni dan fragmen bata (JICA Study Team, 1979: 71). Yoni mempunyai cerat menghadap ke utara dan berukuran 12- x 111 cm, dengan tinggi yang tidak diketahui karena sebagian masihterpendam tanah. Hiasan bawah cerat berupa pahatan garuda berada diatas punggung kura- kura. Pada tahun 2-16, warga melaporkan keberadaan prasasti didekat lokasi yoni. Prasasti ini berukuran tinggi 5- cm, lebar atas 38 cm, lebar bawah 41 cm dan tebal 9,5 cm, dengan bagian depan berisi 8 baris dan bagian belakang lima baris yang telah aus. Prasasti saat ini disimpan di kantor Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Pembacaan dan alih bahasa prasasti dibawah dikutip dari Anissa Y. Affida (2-18: 267). Bagian depan
1) Selamatlah tahun saka yang telah berjalan 7 . . .
2) 91, bulan marggasira
3) hari ke-7 paro gelap
4) hari Was Kaliwuan Buda ketika ra
5) kai sirat dan guru pendeta kuil
6) nya (yang berada di) kiri, membatasi sima sawahnya
7) para rãma di . . .
8) pa na _ san ka
Bagian belakang telah aus sehingga tidak dapat terbaca menjadi sebuah kata lengkap.
Prasasti ini menginformasikan peresmian sima berupa sawah yang diinaugurasikan pada tanggal 3- November 869 M oleh Rakai Sirat atau Sirak dan guru pendeta kuil (Affida, 2-18: 267). Berdasarkan keterangan dari Titik Handayani selaku Kepala Seksi Sejarah, Museum dan Purbakala, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, bidang tanah Lokasi Yoni di Plandi telah menjadi milik negara dan dibebaskan dari pajak. Juru pelihara, atas nama Ibu Siti Bachriyah, juga telah diangkat dan dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.