Lintang: -7.6213399
Bujur: 110.2057819
Situs ini terletak sekitar 3 km di sebelah selatan Candi Borobudur. ROD tahun 1914 mencatat keberadaan arca Durga (Kasiyati, dkk, 2000: 25), yang saat ini belum diketahui keberadaannya kembali dan tidak diketahui bahan materialnya. Keberadaan berbagai temuan di situs ini kemudian dilaporkan dan dicatat kembali pada tahun 1974 didalam arsip yang saat ini tersimpan sebagai Arsip Pemugaran Candi Borobudur. Pada tanggal 1 Mei 1974, Sdr. Amat Dumar, karyawan Proyek Pemugaran Candi Borobudur, melaporkan bahwa Sdr. Dullah Kamari yang bermukim di dukuh Dipan menemukan sebuah arca dan sejumlah bata kuno. Berdasarkan laporan tersebut, peninjauan langsung dilakukan oleh Bpk. I.G.N. Anom didampingi Sdr. Katri Ismijarto. Adapun peninjauan tersebut mencatat temuan-temuan, selain fragmen bata kuno, sebagai berikut: Arca terakota, Antefik dari Grabah. Pada tahun 2001, dilakukan penggalian arkeologis di situs Dipan oleh tim Balai Arkeologi Yogyakarta, yang diketuai oleh Drs. Baskoro Daru Tjahjono, dalam penelitian mengenai latar belakang pendirian candi bata di Jawa Tengah tahap II. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa denah Candi Dipan berbentuk persegi dengan ukuran 5 x 5 m, dengan kemungkinan arah hadap ke timur (Tjahjono, 2001: 21). Struktur temuan ekskavasi mempunyai tinggi fondasi 30 cm terdiri atas 3 lapis bata, dengan dinding kaki diatas fondasi terdiri dari 6 lapis bata dengan tinggi 60 cm, yang kemudian diinterpretasikan sebagai teras candi (Tjahjono, 2001: 21-2). Selain temuan struktur, tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta juga menemukan dua buah antefiks bata, fragmen pedupaan, dan stupa bata. Antefiks dan pedupaan disimpan di Museum Borobudur setelah ekskavasi (Tjahjono, 2001: 22). Stupa bata, menurut penuturan oleh Bpk. Basiron, salah satu pemilik tanah di situs Dipan, disimpan dirumahnya. Tahun 2019 Situs Dipan kembali dilakukan ekskavasi oleh Balai Konsevasi Borobudur dan ditemukan beberapa temuan antara lain susunan bata, fragmen tembikar dan juga fragmen bata. Fragmen tembikar ditemukan masih pada lapisan atas dan juga jumlahnya tidak banyak. Fragmen bata mulai banyak ditemukan sekitar – 50 cm dari permukaan tanah. Kemudian susunan bata, mulai tampak di kedalaman – 80 cm dari permukaan tanah sampai sekitar -180 cm pada lapisan terakhir struktur bata.
Dilihat dari temuannya, susunan bata di Situs Dipan dimungkinkan merupakan sebuah struktur yang memiliki denah persegi. Namun perlu dikaji lebih lanjut terkait denah dan strukturnya karena ekskavasi yang dilakukan belum mencapai lapisan tanah budaya Situs Dipan dan juga kondisi Situs Dipan yang sudah tidak utuh di beberapa bagian.