Lintang: .0000000
Bujur: .0000000
Stasiun Kereta Api ini sudah ada sejak tahun 19--. Namun sejak Desember 2--3 ketika
pengangkutan batubara dari Sawahlunto ke Padang tidak lagi menggunakan kereta api, maka
stasiun kereta api ini tidak lagi difungsikan. Pada tanggal 17 Desember 2--5, bangunan ini
diresmikan sebagai Muaeum Kereta Api.
Bangunan ini merupakan bangunan milik PT.KAI untuk mendukung pertambangan batubara
di Sawahlunto. Bangunan ini dibangun tahun 1912 oleh perusahaan jawatan kereta api
Belanda. Sejak tahun 2--3 stasiun ini tidak berfungsi dan pada tanggal 17 Desember 2--5
dijadikan Museum Kereta Api. Bangunan stasiun ini berbentuk persegi panjang yang terbagi
menjadi 4 ruangan dan 1 ruangan lepas pada bagian tengah. Bangunan ini memiliki atap yang
luas dan lebar untuk melindungi satu jalur rel tempat kedatangan dan keberangkatan kereta
api. Bangunan ini telah mengalami renovasi dan penambahan ruang pada bagian kiri dan
kanan bangunan. Penambahan ruang sebelah kiri bangunan sebagai tempat ruang kontrol jalur
kerata api, sedangkan penambahan ruang sebelah kanan dijadikan kantor kepala stasiun.
Renovasi lainnya berupa penambahan dinding pada bagian belakang dan penambahan pintu
dan jendela pada bagian depan yang semula ruangan lepas. Bagian belakang bangunan
terdapat 3 buah fentilasi udara dan 3 buah jendela. Pada bagian depan bangunan terdapat 3
buah pintu 2 daun dan 2 pintu 1 daun, juga terdapat 4 buah jendela. Perubahan juga dilakukan
pada bagian interior bangunan berupa penggantian warna cat, awalnya putih diganti dengan
warna abu-abu. Perubahan juga dilakukan pada lantai bangunan, awalnya menggunakan ubin
biasa diganti dengan keramik berwarna gelap.