Lintang: .4942770
Bujur: 101.4538180
Patung Kepala Singa ini semula terletak pada puncak Candi Mahligai dari percandian Muara Takus di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.Candi Mahligai terdiri atas tiga bagian, yaitu kaki, badan, dan atap. Struktur cagar budaya ini berbentuk bujur sangkar berada di sebelah timur Candi Bungsu. Bahan candi ini terdiri dari: susunan batubata dengan sisipan balok-balok batu pasir (stuff).
Patung Kepala Singa ini diambil pada tahun 1996 dalam kondisi sudah terlepas dari Candi Mahligai. Patung kepala singa sendiri merupakan unsur hiasan candi yang melambangkan aspek baik yang dapat mengalahkan aspek jahat, atau aspek ‘terang’ yang dapat mengalahkan aspek ‘gelap’. Dalam ajaran agama Budha, motif hiasan singa dapat dihubungkan maknanya dengan sang Budha. Hal ini terlihat dari julukan yang diberikan kepada sang Budha sebagai ‘singa dari keluarga Sakya’. Ajaran yang disampaikan oleh sang Budha juga diibaratkan sebagai ‘suara’ (simhanada) yang terdengar keras diseluruh penjuru mata angin.
Adapun sejarah keberadaan patung kepala singa ke Museum Sang Nila Utama, karena sengaja dibawa dari Percandian Muara Takus. Patung kepala singa ini memang merupakan patung di puncak stupa Candi Mahligai sebagaimana disampaikan oleh Uka Tjandrasasmita (2000). Tindakan pengaman terhadap Patung Singa dilakukan tatkala patung singa ini hampir jatuh pada tahun 1980an.***