Lintang: -6.2238910
Bujur: 106.0739250
Cikande merupakan sebuah daerah yang berada di Afdeeling Pandenglang, dalam unit administratif yang memiliki status sebagai Onderdistrik. Letaknya di perbatasan antara Keresidenan Banten dan Keresidernan Batavia pada abad XVIll, dengan letak yang strategis di perbatasan dua keresidenan besar juga di lewati oleh jalan raya pos yang menghubungkan Serang, Tangerang, dan Batavia. Sebelum abad XIX daerah Cikande dikenal subur dengan aliran sungai Cisadane menjadi bagian kesultanan Banten. Sejumlah tanah milik kesultanan Banten di ambil dengan paksa oleh pemerintahan Belanda, dalam hal ini tanah Cikande termasuk didalamnya. Perubahan dalam status kewenangan ini membawa pengaruh pada penduduk yang ada di tanah tersebut. Hubungan primordial lama yang sebelumnya dibangun antar penduduk Cikande dengan pusat kekuasaan Kesultanan Banten terputus.
Setelah mengambil alih tanah-tanah diperbatasan Batavia- Banten, Daendels mengambil langkah-langkah strategis ekonomis dengan membagi-bagian tanah dalam batas-batas yang jelas. Tanah Cikande ini terdapat Industri gula tradisional kemudin Daendels mengambil tanah tersebut yang kemudian dipetakan kembali batas- batasnya, setelah itu tanah tersebut ditawarkan kepada pihak swasta yang dapat membelinya dengan fasilitas hak-hak primordial dan status tanah partikelir, seperti Balaraja dan Tangerang, namun tanah ini tidak mendapatkan penawar yang sesuai dengan harganya. Kemudian Inggris menggantikan Belanda sebagai penguasa, kepemilikan tanah partikelir juga di dorong oleh Raffles yang mengikuti langkah Daendels.
Dalam hal ini terjadi sebuah fenomena pemberontakan yang disebut peristiwa Cikande pada tahun 1836, pada peristiwa ini seorang sosok wanita yang sakti dan penampilannya diketahui memakai sandal (gampar) yang bernama Saliah atau biasa dikenal dengan Nyi Gamparan yang berasal dari Surakarta, meskipun tidak diketahui secara jelas latar belakang dan asal-usulnya tetapi Nyi Gamparan dapat meyakinkan penduduk Cikande dengan kewibawaan yang dimilikinya. lde milenarisme mendapatkan respon positif dari masyarakat yang tertindas, Nyi Gamparan bergerak menyerang di daerah-daerah yang dianggap mernjadi simbol penindasan.