Lintang: -6.2907233
Bujur: 106.9085333
Lubang Buaya terdapat di Kompleks Monumen Pancasila Sakti, Cipayung, Jakarta Timur. Menjadi area yang sakral, memang kini menjadi tempat wisata sejarah. Lubang Buaya diberi lampu dengan cahaya kemerahan melingkar di area pendopo. Di sanalah para jenderal pernah meregang nyawa setelah ditembak, diseret, dipukuli, dimasukkan ke dalam sumur, ditembak lagi, lalu ditutup dengan sampah.
Berdasarkan cerita turun temurun, warga yang bertempat tinggal di sekitar sungai juga mengakuinya. Suatu hari sungai meluap dan banjir menyerang tempat permukiman.Saat rakit didayung ke depan, beberapa tidak dapat bergerak. Begitu air sudah surut, ditemukan bahwa dayung sudah dimakan buaya lapar yang tinggal di sungai.Ruang hampa dalam sungai yang awalnya ditemukan Datuk Banjir ternyata rumah bagi para buaya.Sejak saat itu Lubang Buaya memberikan kesan yang menakutkan.Banyak orang takut dan tidak ingin ke sana karena ada lubang yang berisi buaya. Sebutan tersebut semakin banyak disebut oleh warga sampai terkenal ke daerah lain. Di kemudian hari pemerintah setempat pun menetapkan soal nama daerahnya menjadi Lubang Buaya. Bahkan ketika sungai sudah mengering dan hutan karet sudah tidak ada lagi.