Lintang: -6.1312470
Bujur: 106.8105416
Jembatan Gantung Kota Intan saat ini berfungsi sebagai objek wisata dan tidak lagi
digunakan secara aktif. Berdasarkan perbandingan dengan foto tahun 2004, struktur
jembatan masih dalam keadaan yang sama. Struktur jembatan memiliki gaya
arsitektur Eropa. Jembatan ini awalnya terbuat dari kayu, namun kini kayunya sudah
diganti menjadi baja. Jembatan ini merupakan jembatan gantung yang bisa dibuka.
Jembatan Kota Intan dibangun pada tahun 1628 yang berfungsi sebagai penghubung
antara benteng Belanda dan benteng Inggris, sehingga diberi nama Engelse Brug
atau “Jembatan Inggris”. Pada tahun 1628-1629, jembatan ini rusak akibat serangan
Banten dan Mataram yang setahun kemudian dibangun kembali dan sejak saat itu
jembatan ini dikenal sebagai “Jembatan Pasar Ayamatau Hoenderpasar Brug,
karena lokasinya sering dijadikan tempat jual beli ayam. Pada tahun 1655, jembatan
ini diperbaiki dari awal setelah struktur lamanya yang terbuat dari kayu hancur akibat
banjir dan korosi air laut. Jembatan ini diberi nama Het Middelpunt Brug atau
“Jembatan Pusat”.
Pada tahun 1938, jembatan ini diubah menjadi jembatan gantung agar dapat diangkat
untuk lalu lintas perahu dan untuk mencegah kerusakan akibat banjir. Namanya
berubah menjadi Ophalsbrug Juliana atau Juliana Benhard, sesuai dengan nama
Ratu Juliana yang pada saat itu sedang menjadi ratu Belanda. Sebelumnya jembatan
ini disebut Wilhelmina Brug (Jembatan Wilhelmina), nama ibu dari Ratu Juliana. Nama
terakhir yang diberikan pada diberikan pada jembatan ini adalah “Jembatan Kota
Intan”, karena letaknya yang dekat dengan Bastion Diamont (intan).